Friday, 21 June 2019

Review jurnal 2


REVIEW JURNAL

Arsitektur Program Paralel Berbasis Message-Passing Interface
Dan
Analisis Perbandingan Komputasi GPU dengan CUDA dan Komputasi CPU untuk Image dan Video Processing





Disusun Oleh :

Muhammad Rifky Zamzami






UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
1.    Latar Belakang
Komputer bekerja dengan cara mengeksekusi baris-baris kode (program) yang ada di memori utama. Jumlah baris dan kompleksitas kode (program) sangat mempengaruhi banyak sedikitnya sumber daya sistem komputer yang diperlukan untuk mengeksekusi kode (program) yang bersangkutan. Terdapat banyak kasus pada mana kode (program) membutuhkan sumber daya yang sangat besar sehingga diperlukan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan eksekusi. Penelitian ini merupakan sebuah tahap awal untuk menyelidiki apakah arsitektur paralel bisa menjawab tantangan tersebut. Pada tahap awal ini, dibangun sebuah kode (program) dengan arsitektur paralel, dengan menggunakan Message-Passing Interface.
Di era modern pada bidang multimedia yang sarat akan teknologi, khususnya mengenai image processing atau teknik pengolahan citra yang merupakan teknik yang penting bagi kehidupan masyarakat. Teknik pengolahan citra digunakan untuk memanipulasi data gambar sesuai yang diinginkan dalam suatu kebutuhan informasi. Teknik tersebut dapat dilakukan menggunakan komputasi paralel yang menjadi suatu terobosan baru untuk melakukan proses komputasi dan telah berkembang mengikuti perkembangan teknologi komputer di seluruh dunia. Graphics Processing Unit (GPU) menjadi salah satu komputasi paralel yang memanfaatkan kartu grafis. Hal ini bertujuan agar kinerja komputer jauh lebih cepat dibandingkan proses yang sepenuhnya hanya dilakukan oleh Central Processing Unit (CPU). 

2.    Metode
Pada jurnal Arsitektur Program Paralel Berbasis Message-Passing Interface metode penelitian terdiri atas dua bagian. Pertama, metode pengembangan perangkat lunak menggunakan model proses prototyping. Kedua, metode eksperimen yaitu metode pengamatan terhadap hasil eksekusi program.
Pengembangan Perangkat Lunak 
Metode yang digunakan dalam tahap pertama adalah pengembangan perangkat lunak dengan model proses prototyping.
Eksperimen
Eksperimen dilakukan setelah perangkat lunak selesai dibuat. Eksperimen terdiri atas dua tahap utama.



Pada jurnal Analisis Perbandingan Komputasi GPU dengan CUDA dan Komputasi CPU untuk Image dan Video Processing metode yang digunakan adalah metode sobel filter. Masing-masing memiliki fungsi dan algoritme yang berbeda,terutama pada deteksi tepi yang menggunakan algoritme yang lebih panjang. Fungsi dari masing-masing algoritme tersebut berlaku untuk pengujian baikimage processing maupun videoprocessing. Pengujian hanya dibedakan bahannya yakni gambar dengan video. Operasi deteksi tepi merupakan suatu proses yang menghasilkan tepi-tepi dari obyek-obyek citra. Metode yangdigunakan untuk deteksi tepi bermacam-macam. Salah satu metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metodesobel. Perbedaan antara metode sobel dengan metode deteksi tepi yang lain terdapat pada rumusnya sehingga hasil deteksi tepi tiap metode berbeda-beda.




3.    Analisis Perbadingan

Arsitektur Program Paralel Berbasis Message-Passing Interface
 (1) Analisis kebutuhan perangkat lunak, yaitu tahap pemahaman persoalan, ruang lingkup, batasan, penentuan daftar fitur perangkat lunak. Luaran tahap ini berupa gambaran menyeluruh atau spesifikasi lengkap terhadap perangkat lunak yang akan dirancang. 
(2) Perancangan perangkat lunak, yaitu tahap pendekomposisian perangkat lunak menjadi modul-modul dan sub-sub modul. Dilakukan perancangan algoritma dan struktur data untuk setiap modul dan sub modul. Luaran berupa daftar seluruh modul dan sub modul, algoritma dan struktur data untuk setiap modul dan sub modul tersebut. 
(3) Implementasi hasil rancangan ke dalam program, yaitu tahap penulisan kode program untuk setiap sub modul yang kemudian diintegrasikan ke dalam modul yang sesuai. Program ditulis dalam Bahasa C. 
(4) Pengujian, yaitu tahap menguji semua sub modul yang telah dituliskan dalam kode program. Selain pengujian terhadap sub-sub modul, dilakukan juga pengujian integrasi terhadap kumpulan sub modul. 
(5) Pengamatan hasil untuk putaran berikutnya, yaitu tahap pengamatan apakah perangkat lunak dapat berfungsi sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Jika belum sesuai, maka dilakukan perbaikan sebagai masukan atau feedback untuk siklus pengembangan perangkat lunak berikutnya.
(6) Eksperimen tahap pertama dilakukan dengan mengeksekusi program pada sebuah komputer pribadi, dengan empat program client dan satu program server.
(7) Eksperimen tahap kedua dilakukan menggunakan lima komputer yang terhubung. Empat program client dan satu program server masing-masing dijalankan pada komputer yang berbeda.
Analisis Perbandingan Komputasi GPU dengan CUDA dan Komputasi CPU untuk Image dan Video Processing
1. pada jurnal ini menggunakan metode sobel filter yang digunakan berupa analisis pada eksperimen langsung untuk mendapatkan hasilnya.
2. Kemudian, data hasil eksperimen pada penelitian ini dipaparkan secara jelas dalam bentuk tabel disertai dengan penjelasan penulis mengenai tabel data hasil eksperimen perbandingan ini.
3. mempengaruhi kecepatan proses terhadap suatu pengolahan
4. Teknologi CUDA untuk komputasi paralel menggunakan GPU menunjukkan keunggulan terhadap komputasi sekuensial menggunakan CPU. Akan tetapi, OpenCV pada CPU sedikit lebih unggul dari CUDA dalam hal video processing.

4.    Penutup/Tanggapan
Pada jurnal Analisis Perbandingan Komputasi GPU dengan CUDA dan Komputasi CPU untuk Image dan Video Processing masih belum dilakukan pengujian dengan algoritma yang lebih kompleks,selain itu data yang dihasilkan belum melalui proses pengujian secara nyata untuk proses rendering maupun video.
Pada jurnal Arsitektur Program Paralel Berbasis Message-Passing Interface membuktikan bahwa Message-Passing Interface (MPI) dapat digunakan dengan baik untuk mengelola transfer data di antara proses-proses yang terlibat dalam sistem. Penggunaan arsitektur paralel juga sangat efektif untuk program yang mempunyai kompleksitas rendah namun tidak efektif untuk program dengan kompleksitas tinggi, dalam arti bahwa arsitektur paralel tidak bisa menurunkan tingkat kompleksitas suatu program.

5.    Refrensi