Tuesday, 7 June 2016

Kontribusi Psikologi Terhadap Pendidikan

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sudah sejak lama bidang psikologi pendidikan telah digunakan sebagai landasan dalam pengembangan teori dan praktek pendidikan dan telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pendidikan, diantaranya terhadap pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran dan sistem penilaian.

1. Kontribusi Psikologi Pendidikan terhadap Pengembangan Kurikulum.

Kajian psikologi pendidikan dalam kaitannya dengan pengembangan kurikulum pendidikan terutama berkenaan dengan pemahaman aspek-aspek perilaku dalam konteks belajar mengajar. Terlepas dari berbagai aliran psikologi yang mewarnai pendidikan, pada intinya kajian psikologis ini memberikan perhatian terhadap bagaimana in put, proses dan out pendidikan dapat berjalan dengan tidak mengabaikan aspek perilaku dan kepribadian peserta didik.

Secara psikologis, manusia merupakan individu yang unik. Dengan demikian, kajian psikologis dalam pengembangan kurikulum seyogyanya memperhatikan keunikan yang dimiliki oleh setiap individu, baik ditinjau dari segi tingkat kecerdasan, kemampuan, sikap, motivasi, perasaaan serta karakterisktik-karakteristik individu lainnya.

Kurikulum pendidikan seyogyanya mampu menyediakan kesempatan kepada setiap individu untuk dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya, baik dalam hal subject matter maupun metode penyampaiannya.

Secara khusus, dalam konteks pendidikan di Indonesia saat ini, kurikulum yang dikembangkan saat ini adalah kurikulum berbasis kompetensi, yang pada intinya menekankan pada upaya pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.

Dengan demikian dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, kajian psikologis terutama berkenaan dengan aspek-aspek: (1) kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks; (2) pengalaman belajar siswa; (3) hasil belajar (learning outcomes), dan (4) standarisasi kemampuan siswa

2. Kontribusi Psikologi Pendidikan terhadap Sistem Pembelajaran

Kajian psikologi pendidikan telah melahirkan berbagai teori yang mendasari sistem pembelajaran. Kita mengenal adanya sejumlah teori dalam pembelajaran, seperti : teori classical conditioning, connectionism, operant conditioning, gestalt, teori daya, teori kognitif dan teori-teori pembelajaran lainnya. Terlepas dari kontroversi yang menyertai kelemahan dari masing masing teori tersebut, pada kenyataannya teori-teori tersebut telah memberikan sumbangan yang signifikan dalam proses pembelajaran.

Di samping itu, kajian psikologi pendidikan telah melahirkan pula sejumlah prinsip-prinsip yang melandasi kegiatan pembelajaran Nasution (Daeng Sudirwo,2002) mengetengahkan tiga belas prinsip dalam belajar, yakni :
1.Agar seorang benar-benar belajar, ia harus mempunyai suatu tujuan
2.Tujuan itu harus timbul dari atau berhubungan dengan kebutuhan hidupnya dan bukan karena dipaksakan oleh orang lain.
3.Orang itu harus bersedia mengalami bermacam-macam kesulitan dan berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga baginya.
4.Belajar itu harus terbukti dari perubahan kelakuannya.
5.Selain tujuan pokok yang hendak dicapai, diperolehnya pula hasil sambilan.
6.Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan.
7.Seseorang belajar sebagai keseluruhan, tidak hanya aspek intelektual namun termasuk pula aspek emosional, sosial, etis dan sebagainya.
Seseorang memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang lain.
8.Untuk belajar diperlukan insight. Apa yang dipelajari harus benar-benar dipahami. Belajar bukan sekedar menghafal fakta lepas secara verbalistis.
9.Disamping mengejar tujuan belajar yang sebenarnya, seseorang sering mengejar t.ujuan-tujuan lain.
10Belajar lebih berhasil, apabila usaha itu memberi sukses yang menyenangkan.
11.Ulangan dan latihan perlu akan tetapi harus didahului oleh pemahaman.
12.Belajar hanya mungkin kalau ada kemauan dan hasrat untuk belajar.

3. Kontribusi Psikologi Pendidikan terhadap Sistem Penilaian

Penilaiain pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan guna memahami seberapa jauh tingkat keberhasilan pendidikan. Melaui kajian psikologis kita dapat memahami perkembangan perilaku apa saja yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pendidikan atau pembelajaran tertentu.
Di samping itu, kajian psikologis telah memberikan sumbangan nyata dalam pengukuran potensi-potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik, terutama setelah dikembangkannya berbagai tes psikologis, baik untuk mengukur tingkat kecerdasan, bakat maupun kepribadian individu lainnya.Kita mengenal sejumlah tes psikologis yang saat ini masih banyak digunakan untuk mengukur potensi seorang individu, seperti Multiple Aptitude Test (MAT), Differensial Aptitude Tes (DAT), EPPS dan alat ukur lainnya.
Pemahaman kecerdasan, bakat, minat dan aspek kepribadian lainnya melalui pengukuran psikologis, memiliki arti penting bagi upaya pengembangan proses pendidikan individu yang bersangkutan sehingga pada gilirannya dapat dicapai perkembangan individu yang optimal.

Oleh karena itu, betapa pentingnya penguasaan psikologi pendidikan bagi kalangan guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya.

Hakikat dalam Hidup

Berbicara masalah hakekat hidup sebenarnya membutuhkan rincian yang sangat panjang dan terinci. Namun secara ringkas, hakikat hidup bisa terungkap dari pernyataan Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, awal kehidupan adalah tangisan, pertengahannya adalah ujian dan ujungnya adalah kefanaan. Ketika anda lahir anda menangis, dan tangisan itu akan menjadi warna kehidupan. Saat anda sedih dan juga bahagia terkadang ditandai dengan tangisan.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20)

Dalam perjalanan hidup ini tidak ada orang yang tidak mendapat ujian walaupun kadarnya berbeda-beda namun ujian itu pasti ada. Semua yang ada dalam genggaman kita pada dasarnya hanya asesoris dan hiasan termasuk gelar akademis, kekayaan, harta dan keduaniaan lainnya. Kalau sudah selesailah semua, giliran pintu kematian yang akan dirasakan seluruh umat manusia.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (QS.21:35)

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 28:77)

Ada sesuatu yang kita akam dimiliki secara abadi sampai di akherat. dan juga yang hanya didunai ini. Maka jadikan dunia ini sebagai sarana dan mencari bekal untuk masuk ke alam selanjutnya. Karena alam yang akan dilalui manusia hanyalah one way, satu tiket. Alias tidak bisa balik lagi. Waspadalah, berhati-hati, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan beramal ketika didunia ini.

Gaya Hidup Sehat Bebas Dari Racun

Sama halnya dengan manusia yang sulit luput dari kesalahan, tubuh manusia pun sulit menghindar dari racun yang masuk ke dalam tubuh.

Semakin banyak racun menggerogoti tubuh, semakin pendek jatah hidup kita. Sekalipun tidak melakukan kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan seperti merokok atau mengkonsumsi alkohol, tubuh kita tetap saja terpapar racun dari lingkungan sekitar. Bayangkan, udara yang kita hirup telah tercemar polusi, air yang kita minum menngandung banyak klorin, pakaian yang kita kenakan terbuat dari bahan sintetis dan mengandung zat kimia, pelembab dan sampo yang kita pakai seluruhnya mengandung bahan kimia.

Tubuh kita memang mampu mengeluarkan sendiri berbagai racun dari dalam tubuh secara alamiah melalui tinja, keringat dan urin. Namun, bahan kimia seperti yang telah disebutkan tadi sulit dibersihkan secara alami oleh organ tubuh kita sendiri. Racun yang terkumpul di dalam tubuh akan merusak sel-sel tubuh kita secara bertahap dan menurunkan kekebalan tubuh. Sehingga kita jadi lebih mudah terserang penyakit.

Setidaknya setahun sekali, manusia perlu melakukan detoksifikasi. Detoksifikasi adalah suatu proses menetralkan racun di dalam tubuh. Proses ini akan meremajakan kembali sistem kerja organ tubuh dengan membersihkan racun yang masuk dan menempel dalam tubuh tanpa kita sadari.

Walaupun proses ini sering dihubungkan dengan program penurunan berat badan, bukan hanya orang gemuk yang perlu melakukan detoksifikasi racun dalam tubuh. Siapapun dengan berat badan normal atau cenderung kurus sekalipun perlu melakukannya agar racun yang telah masuk kedalam tubuh tidak menumpuk menjadi penyakit berbahaya.

Bagaimana caranya melakukan detoksifikasi agar tubuh kita terbebas dari racun? Detoksifikasi dapat dilakukan beragam cara. Yang paling mudah adalah dengan berpuasa atau mengurangi jumlah asupan makanan. Dengan cara ini, energi yang seharusnya dipakai tubuh untuk mengolah makanan akan dialokasikan untuk membuang racun dari dalam tubuh. Berpuasa juga memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat sejenak dan mempercepat pertumbuhan sel baru. Cara lain adalah dengan terapi jus. Sebelumnya terapi detoksifikasi dengan hanya mengonsumsi berbagai jenis jus ini sebaiknya dikonsultasikan dahulu pada dokter atau konsultan medis.

Terapi detoksifikasi dengan hanya mengonsumsi jus buah dan sayur sangat baik karena buah-buahan mengandung banyak air. Siapapun yang melakukannya tidak akan mengalami dehidrasi. Buatlah jus tanpa air dan diminum setiap dua jam. Diantara waktu minum jus itu, konsumsilah air putih sebanyak mungkin untuk memperlancar pembuangan. Asupan air yang banyak juga akan memperlancar proses pembuangan racun dan kotoran dalam tubuh. Buah-buahan juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi.

Setelah tubuh terbebas dari racun, jangan lupa untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh kita dengan benar. Nah sekarang waktunya anda memperbaharui asupan nutrisi dalam tubuh dengan makanan kesehatan berbahan dasar alami. Terapi detoksifikasi yang telah dilakukan memungkinkan sistem pencernaan tubuh kita menjadi bersih dan senantiasa mudah menyerap segala nutrisi yang masuk. Beberapa produk dari High Desert merupakan perpaduan sempurna yang diberikan alam untuk menunjang kesehatan manusia. (HD)

Mandi malam penyebab rematik dan nyeri?

Menurut dr. Jony Sieman, SpKFR, Spesialis Rehabilitasi Medik dari RS Internasional Bintaro, secara medis mandi saat malam hari tidak menyebabkan nyeri pada persendian. Bahwasanya nyeri persendian karena rematik akan semakin terasa jika terpapar dingin yang salah satunya adalah air pada malam hari.

Saat ini belum ada penelitian yang mengatakan masyarakat yang tinggal di daerah kutub utara terkena nyeri tulang akibat temperatur yang dingin. Nyeri pada tulang lebih disebabkan dengan gaya hidup seseorang, seperti seberapa sering berolahraga serta perawatan seseorang terhadap persendiannya.

Meski demikian, masyarakat mesti tetap memperhatikan kondisi badan saat mandi malam. Jika kondisi badan tidak dalam keadaan bagus, sebaiknya tidak mandi malam. Air yang terlalu dingin dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. Suhu air yang dapat diterima tubuh maksimal berbeda 5 derajat celcius dengan suhu tubuh, yaitu antara 29 – 30 derajat celcius.

KEBUDAYAAN ASING YANG DAPAT DITERIMA SUATU BANGSA



ILMU BUDAYA DASAR
TULISAN TENTANG KEBUDAYAAN

Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Di Indonesia banyak sekali kebudayaan dan kepribadian yang ada, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sekali suku sehingga dengan sudah sangat pasti kebudayaannya pun berbeda.
Adanya kemajuan teknologi dan komunikasi menyebabkan informasi yang datang dari luar pun dapat dengan mudah kita terima. Misalnya , lewat radio, televisi, dan lain-lain.
Teknologi memberikan kemungkinan-kemungkinan yang sangat luas untuk memanfaatkan hasil-hasil alam dan apabila mungkin menguasai alam. Perkembangan teknologi di Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Jerman, dan Jepang merupakan contoh di mana masyarakat tidak lagi pasif menghadapi tantangan alam sekitar. Keadaan semacam ini disebut modernisasi yang akan berkembang terus sampai melahirkan Era Globalisasi.
Adanya globalisasi menyebabkan unsur-unsur budaya asing akan mudah masuk ke Indonesia. Budaya yang datang dari luar tidak semuanya positif bagi perkembangan dan kehidupan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Tetapi unsur-unsur budaya asing yang masuk juga ada yang bersifat negatif.
Pada umumnya unsur budaya kebendaan seperti peralatan yang mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat, mudah diterima oleh masyarakat. Misalnya, alat tulis-menulis yang banyak digunakan orang Indonesia yang diambil dari unsur-unsur kebudayaan Barat.
Selain itu, unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat yang besar seperti radio transitor sebagai alat media massa yang termasuk unsur kebudyaan yang mudah diterima. Unsur-unsur tersebut dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima. Misalnya, mesin penggiling padi dengan biaya murah dan pengetahuan teknis yang sederhana dapat digunakan untuk melengkapi pabrik penggilingan.
Unsur-unsur budaya asing yang dapat diterima tentunya lebih dulu mengalami proses pengolahan dan tentunya hal ini akan membawa dampak positif dan negatif.
Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia.
Umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dan lain – lain.
Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.

Berikut ini adalah beberapa contoh kebudayaan asing yang dapat diterima oleh suatu bangsa :

a. unsur kebudayaan kebendaan (seperti yang saya jelaskan diatas dimana suatu benda yang sangat membantu dapat diterima oleh masyrakat yang merasakannya)
b. unsur kebudayaan yang membawa manfaat besar
c. unsur kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur kebudayaan tersebut

SUMBER :
http://endahdolls.blogspot.co.id/2011/05/kebudayaan-yang-mudah-diterima-dan.html
http://indrinovii.blogspot.co.id/2011/05/kebudayaan-asing-yang-mudah-diterima.html

Tuesday, 3 May 2016

tugas ibd mengunjungi rumah adat



TUGAS IBD
LAPORAN PERJALANAN WISATA KE TMII (Anjungan SULAWESI UTARA)
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT4u_t7K5_b-EplcmfJtBUIe_HeezXIrIEedBh7u_5wU2h0qUFi

Disusun Oleh :

Faisal Ghifari
Galih Ardiadji
M Rifky Zamzami
Adriansyah Firdaus


Universitas Gunadarma
Tahun Pelajaran 2015 - 2016


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karuniaNya kami berhasil menyelesaikan Laporan Perjalanan ke Taman Mini Indonesia Indah yang dilaksanakan pada Hari Minggu, 17 April 2016.
Dalam laporan ini kami akan menjelaskan tempat yang menjadi tujuan.
Lewat laporan ini juga kami mengucapkan terima kasih khususnya kepada Ibu Nur Putri Erdianti yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk melakukan perjalanan wisata ini, serta kepada orangtua kami yang telah mengizinkan kami untuk melakukan perjalanan wisata ini,  sehingga kegiatan perjalanan wisata ini dapat berjalan dengan baik.
Penyusun mengharapkan agar laporan ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca tentang Anjungan SULAWESI UTARA dan yang ada di dalam nya.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangan, maka dari itu saran dan kritik yang membangun, sangat kami harapkan dari pembaca demi menyempurnakan laporan ini.
Harapan kami semoga penyusunan laporan ini diterima dan dimengerti serta bermanfaat bagi kami khususnya maupun pembaca.




Depok, 17 April 2016

Tim penyusun






















DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................................................... ii
Daftar Isi.................................................................................................................... iii

BAB I.Pendahuluan
A. Tujuan Laporan perjalanan………………………………………………………….......................1
B. Manfaat Laporan Perjalanan …………………………………………………………....................1

BAB II. PELAKSANAAN KEGIATAN
A.    Waktu dan tempat pelakasanaan.....................................................................

B.     Isi.....................................................................................


BAB III. PENUTUP

A.KESIMPULAN.....................................................................




















BAB I
PENDAHULUAN




Kami mengunjungi salah satu tempat yang memiliki banyak sejarah yaitu kampung sindang barang. Kami melakukan perjalanan wisata ini dalam rangka mengerjakan tugas ilmu budaya dasar. Kunjungan ini dilaksanakan pada tanggal 17 April 2016.
A.      TUJUAN LAPORAN PERJALANAN
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa mengenai kampung budaya dan objek-objek wisata sejarah maupun rekreasi di anjungan Sulawesi Utara

B.      MANFAAT LAPORAN PERJALANAN
1.    Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
2.    Mengenalkan mahasiswa dengan berbagai rumah adat dan budaya diantaranya Sulawesi Utara.
3.    Untuk melihat keindahan karya manusia beserta Tuhannya Allah SWT

BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A.       Waktu dan tempat pelakasanaan
     Dilaksanakan pada:
     Hari        : Minggu
     Tanggal : 17 April 16
     Jam       : 09.00 WIB
     tempat : Taman Mini Indonesia Indah
     biaya     : Rp.10.000/orang

B.      Isi
Dalam perjalanan kali ini kami mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah dalam rangka memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar. Pada tugas kali ini kami mengunjungi Anjungan Sulawesi Utara yang merupakan salah satu daerah budaya di Indonesia. Di dalam sana kami banyak melihat berbagai budaya yang terdapat pada Sulawesi Utara diantaranya berbagai alat musik lalu baju adat serta kerajinan pada daerah  tersebut. Berikut ini berbagai foto saya akan lampirkan demi memenuhi tugas ini :








Rumah Adat
Salah satu contoh rumah adat Sulawesi Utara dinamakan “Rumah Pewaris”. Rumah ini dihuni oleh para pemimpin maupun rakyat biasa. Rumah tersebut harus dibuat dari balok atau papak tanpa sambungan. Kayunya tak boleh bengkok sebagai pelambang ketulusan lahir dan batin. Atapnya dari daun rumbia dan dikanan kiri rumah terdapat tangga. Rumah pewaris mempunyai ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar kamar. Kolong rumah tersebut dapat digunakan untuk tempat menyimpan alat alat pertanian maupun alat alat perikanan.didepan rumahnya, pada bagian kanan dan kiri masing masing terdapat sebuah tangga untuk memasuki rumah, kita harus menaiki tangga yang sebelah kanan, sedangkan untuk keluar dari rumah, kita harus menuruni tangga yang sebelah kiri. Seluruh rumah terbuat dari bahan kayu.


Kolintang.
Sebuah alat musik tradisional yang terkenal di daerah Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Bahan untuk membuat kolintang ini adalah kayu. Ada yang dibuat dari bahan kayu bernama kayu bandaran, atau kayu wenang, kayu telor dan cempaka. Umumnya kayu yang dibuat untuk membuat Kolintang ini adalah kayu-kayu ringan, namun memiliki serat kayu yang padat. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul. Bahkan Kolintang ini terkenal dapat mengeluarkan bunyi yang khas karena bisa digunakan untuk mengeluarkan bunyi nada rendah maupun nada tinggi.



Sasesahang.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Sasesaheng dibuat dari bambu yang dibelah kemudian salah satu ujungnya dibentuk runcing menyerupai 'paruh burung' atau garpu. Salah satu sisi belahan terdapat dua lubang jari berukuran kecil. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul-pukul ke tangan kiri, sementara jari tangan kanan berada pada lubang mengatur nada. Suara yang dihasilkan berupa dengungan lembut.

Arababu.
Alat musik ini terbuat dari bambu dan kulit binatang. Arababu terdiri dari 2 buah tempurung kelapa dan 3 buah alat penggesek. Arababu merupakan alat musik gesek sejenis rebab dengan satu dawai. Badan alat musik ini dibuat dari tempurung kelapa yang ditutup dengan pelepah bambu, tangkai rebab dari bambu, sedangkan dawainya dari serat pohon pisang Hote. Alat musik ini dilengkapi dengan tangkai gesek dari bambu dan serat pohon pisang Hote.




Baju Adat dan Pernikahan.

Pakaian Adat
Pakaian adat kaum pria Sulawesi Utara adalah tutup kepala (destar), baju model teluk belanga dan celana panjang. Sedangkan wanitanya memakai baju kurung dan kain panjang. Selain itu dibagian dadanya terdapat hiasan yang khas, dan perhiasan lainnya berupa subang serta gelang. Pakaian ini berdasarkan adat Bolaang Mongondow.

Pernikahan.
Upacara adat perkawinan bolaang mongondow
Dengan adanya tingkat atau kelas didalam masyarakat Bolaang Mongondow , hal itu berpengaruh terhadap pelaksanaan adat istiadat seperti pada upacara perkawinan.
Pada upacara ini ,pakaian pengantin  yang biasanya dipakai oleh pengantin dari bangsa bangsawan dipakai kembali pada upacara perkawinan.  Begitu juga mulai saat peminangan sampai saat mengantar Tali' atau biasa disebut mas kawin . Untuk Tali' terdapat perbedaan besarnya Tali' untuk membayar mas kawin dan tidak sepenuhnya dibayar dalam bentuk uang, namun sebagian berupa harta atau tanah , sawah ,kebun ,pohon kelapa yang dinamakan lakar-lakar atau barang motogat.
Selain mas kawin maka dalam upacara ini, terdapat biaya-biaya yang timbul  atas penetapan adat yang harus dipersiapkan oleh keluarga mempelai laki-laki , antara lain :
  1.  Pongiooan adalah uang yang diberikan sebagai tanda syukur atas diterimanya pinangan.
  2.  Potarapan adalah sejumlah atau seperangkat alat kecantikan yang dibawa serta keluarga calon mempelai  laki-laki untuk melihat calon mempelai wanita.
  3.  Pakeang Tobaki adalah satu stel  pakaian lengkap.
  4.  Poleadan adalah sejumlah uang yang diberikan kepada calon mempelai wanita.
  5.  Guat adalah sejumlah uang yang diberikan kepada orang tua mempelai wanita atas kerelaanya melepaskan tanggung jawab terhadap anak gadisnya.
  6. Potulokan adalah sejumlah uang yang diberikan kepada orang tua mempelai wanita atas kesediaanya mengizinkan anak gadisnya mulai tinggal satu rumah dengan suaminya.     

Setelah selesai menjalankan akad nikah dan pesta perkawinan , mempelai wanita oleh keluarga laki-laki berkewajiban menjankan adat Mogama' atau menjemput mempelai wanita berkunjung kerumah mempelai laki-laki. Acara Gama' ini sangat penting karena kalau tidak di Gama' konon kata masyarakat-masyarakat  Adat mengatakan mempelai wanita dianggap tabu berkunjung kerumah orang tua mempelai laki-laki.
Upacara ini dilaksanakan dimana pengantin wanita dijemput untuk datang kerumah mempelai pria dan menurut adat bolaang mongondow merupakan suatu keharusan yang dilaksanakan oleh keluarga pria sebab apabila belum dilaksanakan maka sangsinya pengantin wanita tidak di perkenankan untuk berkunjung kerumah pengantin pria selama hidupnya, karena orang mongondow sangat menjunjung tinggi kehormatan/harkat wanita.
Apabila tidak dilaksanakan maka ada sanksi adat yang disebut “Poton” artinya tabu atau kualat karena rangkaian adat perkawinan bolaang mongondow baru lengkap dilaksanan apabila acara adat “mogama” ini dilaksanakan. Pelaksanaanya adalah para pelaksana adat serta keluarga, sesepuh keluarga baik mempelai pria mapun mempelai wanita.
Dibawah ini adalah bagian belakang rumah adat Sulawesi Utara








                             





Dibawah ini adalah kerajinan-kerajinan yang terdapat pada daerah Sulawesi Utara




                                             
Keris khas Sulawesi Utara berbentuk lurus, tidak ada lekukannya. Senjata ini termasuk kategori senjata tikam.



BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu provinsi yang memiliki banyak kebudayaan, alat musik, baju adat, macam-macam adat pernikahan dan macam-macam kerajinan seperti yang di sebutkan di atas